Kamis, 25 September 2014

KPP Pratama Purwokerto akan Mengadakan Sosialisasi Wajib Pajak Baru Orang Pribadi Usaha (PP46)



Sudah Daftar Wajib Pajak di KPP Pratama Purwokerto Tapi Masih Bingung Apa Saja Lapornya? 

Nah bagi Anda yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi Usaha yang mendaftar di tahun 2014 dengan Usaha Dagang, kami telah mengirimkan undangan kepada Anda sekalian untuk dapat mengikuti Sosialisasi WP Baru Orang Pribadi Usaha (PP46). 

Sosialisasi akan dilaksanakan pada:

Tempat   : Aula KPP Pratama Purwokerto
Tanggal  : 7,8,9 dan 14 Oktober 2014
Waktu    : 13.00-selesai (semua hari) 
Materi    : - Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
                  - PPh final Pasal 4 ayat (2) - PP46
                  - PPh Pasal 21
                  - Informasi-Informasi Penting Perpajakan


 
Format sosialisasi akan berupa pemaparan, dengan praktik sederhana pengisian SPT serta tanya jawab.


Bagi Anda yang tidak mendapatkan undangan namun ingin mengikuti sosialisasi,Anda dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut ini: Jadwal Penyuluhan.

Kuota pendaftaran pada setiap harinya adalah 50 peserta, silahkan daftarkan diri sekarang juga agar dapat disesuaikan dengan jadwal Anda pada tanggal-tanggal tersebut. :-)





Kamis, 18 September 2014

Meterai Tempel 2014


Berbarengan dengan kemerdekaaan Republik Indonesia yang ke-69, mulai tanggal 17 Agustus 2014 Pemerintah secara resmi memberlakukan Materai Tempel Tahun 2014 melalui Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 65/PMK.03/2014. Meterai tempel tahun 2009 tidak dapat ditukarkan dengan materai tempel 2014, akan tetapi Materai Tempel Tahun 2009 masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.

Sudahkah Anda memiliki Meterai tempel desain terbaru ini? :-)

Perbedaan Meterai Tempel Rp3.000,00 desain 2009 dengan 2014

Perbedaan Meterai Tempel Rp6.000,00 desain 2009 dengan 2014

Sabtu, 13 September 2014

KPP PRATAMA PURWOKERTO GELAR TAX GATHERING: Beri Apresiasi Kepada Para Wajib Pajak



PURWOKERTO – Kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Purwokerto menggelar acara Tax Gathering bertemakan, “Membayar Pajak Wujud Kemandirian Bangsa yang Bermartabat:, di Ballroom Hotel; Horison Purwokerto, Selasa (19/8). Kepala KPP Pratama Purwokerto dan Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah sendiri menabuh gendang secara bersamaan dalam pembukaan acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II, para pejabat instansi vertikal Kementerian Keuangan, pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, masyarakat perbankan, para ketua asosiasi, Wajib Pajak dan undangan lainnya.



Kepala KPP Pratama Purwokerto Mulyono Marsandi menjelaskan kemandirian bangsa diwujudkan dalam kemandirian pembiayaan penyelenggaraan negara. Seperti diketahui, APBN disusun berdasarkan tiga komponen yaitu sumber daya alam, utang luar dan/atau dalam negeri dan pajak. Di saat sumber daya alam menipis dan utang negara yang tinggi dan ketidakmandirian terhadap pihak kreditur, Direktorat jendral Pajak mengajak segenap rakyat Indonesia untuk membiayai negaranya sendiri melalui pajak.

Kami memberikan penghargaan atas sinergi yang selama ini terjalin dengan harapan agar sinergi ini makin erat di masa depan. Sebagai lambang sinergi yang rampak, kompak dan serempak antara DJP dan seluruh stakeholder lainnya”, kata Mulyono Marsandi, Kepala KPP Pratama Purwokerto.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II, Yoyok Satiotomo atas nama Direktorat Jenderal Pajak memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Wajib Pajak Orang Pribadi pembayar pajak besar, yaitu tiga pembayar pajak besar berdasarkan data pembayaran tahun 2013.
Selain itu, kepada Wajib Pajak Badan pembayar pajak besar berdasarkan data pembayaran tahun 2013. Ditambah kepada Tempat Pembayaran Pajak favorit yaitu tempat pembayaran yang paling diminati Wajib Pajak sebagai tempat pembayaran pajak. Tak hanya itu saja, apresiasi juga ditujukan kepada Wajib pajak Kooperatif, yaitu Wajib Pajak yang menunjukkan iktikad baik dan sikap positif dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.


Selanjutnya, untuk menggugah semangat, diberikan motivasi dan inspirasi yang disajikan oleh Ir. Aan Almaidah Anwar, M. Tax (Kepala KPP Pratama Demak). Dalam inspirasi tersebut, seluruh hadirin digugah semangat dan keikhlasannya untuk memerikan kontribusi kepada pembangunan Negara berupa pembayaran pajak. 

Sebagai penutup acara, seluruh hadirin diminta untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri dipimpin oleh paduan suara karyawan dan karyawati KPP Pratama Purwokerto.

Jumat, 22 Agustus 2014

Sosialisasi Perpajakan PP46 di RRI Purwokerto


Sesi Sosialisasi di Radio RRI Purwokerto

Pada tanggal 21 Agustus 2014, KPP Pratama Purwokerto melakukan Sosialisasi  Perpajakan Memperingati Satu Tahun PP46 Tahun 2013 melalui media radio di RRI Cabang Purwokerto. Nara sumber dari KPP Pratama Purwokerto yaitu Bapak Heru, Bapak Edi dan Sindhu dipandu oleh Ibu Vina membahas mengenai peraturan PP 46 yang biasa dikenal Wajib Pajak dengan PPh Final 1%. Maksud dan tujuan dari implementasi PP46 ini adalah untuk memudahkan dan menyederhanakan aturan perpajakan sehingga masyarakat atau Wajib Pajak dapat meningkat kepatuhannya.

Subjek dan Objek PP46
PP46 berlaku bagi Wajib Pajak usaha perorangan atau badan yang penghasilan brutonya (omzet) dari seluruh pusat dan cabangnya tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak. Yang dikecualikan dari PP46 (masih menggunakan peraturan pajak sebelum PP46) adalah penghasilan dari pekerjaan bebas seperti dokter, notaris akuntan dan lainnya, serta penghasilan dari usaha dagang dan jasa yang dikenai PPh Final seperti sewa kamar kos, sewa rumah, jasa konstruksi, PPh Usaha Migas dan lainnya. 

Kemudian bagi orang pribadi yang menjalankan usahanya menggunakan sarana yang dapat dibongkar pasang dan menggunakan sebagian atau seluruh tempat untuk kepentingan umum juga tidak berlaku PP46. Begitupula bagi badan yang belum beroperasi, atau dalam jangka waktu 1 tahun setelah beroperasi omzetnya telah melebihi Rp.4,8 miliar.

Penghitungan dan Tarif
Tarifnya sendiri sebesar 1% dari omzet, semisal bulan Januari seorang pengusaha memiliki omzet Rp30 juta, maka pajak terutangnya untuk bulan Januari sebesar Rp30 juta x 1% = Rp300.000,-, apabila bulan berikutnya menurun menjadi Rp15 juta, maka pajak terutang untuk bulan Februari sebesar Rp150.000,-. Sangat mudah bukan? :-). Intinya besaran pajak akan menyesuaikan omzet yang didapat setiap bulan, tidak seperti sebelumnya yang menggunakan dasar SPT Tahunan tahun sebelumnya.

Penyetoran dan Pelaporan
Penyetoran paling lambat dilaksanakan tanggal 15 bulan berikutnya (pajak bulan Januari paling lambat disetor tanggal 15 Februari), dapat dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) dengan kode 411128 - 420 ke bank persepsi atau kantor pos. Kemudahan PP46 yang ditawarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah penyetoran yang dapat dilakukan melalui ATM, petunjuknya dapat dilihat di tautan berikut: Petunjuk Penyetoran PP46 melalui ATM. Tidak semua Bank sudah menerapkan penyetoran pajak melalui ATMnya, mohon dicek terlebih dahulu apakah ATM yang dimiliki telah memiliki fasilitas ini.

Kemudahan lainnya adalah ketika Wajib Pajak sudah mendapatkan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) yang biasanya tercantum di tanda pembayaran atau penerimaan SSP yang berupa angka 16 digit, maka Wajib Pajak sudah dianggap melaksanakan pelaporan pajak. Dengan adanya kemudahan tersebut Wajib Pajak tidak perlu lagi meluangakan waktu dan tenaganya untuk harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak, cukup datang ke ATM terdekat dan melakukan penyetoran.

Surat Keterangan Bebas
Untuk Surat Keterangan Bebas terkait berlakunya PP46 akan kami bahas pada posting selanjutnya karena memerlukan pembahasan yang khusus dan lebih mendalam. :-)

Terimakasih atas perhatiannya, semoga dapat membantu.

Senin, 18 Agustus 2014

MERDEKA!!!

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, semoga Indonesia semakin maju, makmur dan jaya. Mari kita berjuang menjadi pahlawan di era kemerdekaan dengan berkontribusi melalui pelaksanaan kewajiban perpajakan kepada negara. :-)


Jumat, 25 Juli 2014

Selamat Idul Fitri dan Sampai Jumpa 4 Agustus 2014



Menyambut 1 Syawal 1435H, Kami segenap pegawai KPP Pratama Purwokerto mengucapkan "Mohon maaf lahir dan batin", serta selamat Idul Fitri bagi anda sekalian yang beragama Islam, Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufik dan Hidayahnya Kepada Kita Semua.

Informasi: Sehubungan dengan libur hari Nasional dan Cuti Bersama PNS, KPP Pratama Purwokerto akan mulai beroperasi lagi seperti biasanya mulai Senin, 4 Agustus 2014.

Rabu, 16 Juli 2014

REKAPITULASI SURVEI KEPUASAN SEMESTER 1 2014

REKAPITULASI SURVEI KEPUASAN
TEMPAT PELAYANAN TERPADU
SEMESTER PERTAMA 2014




Tidak terasa sudah satu Semester kita jalani di tahun 2014 ini, semoga di setengah sisa tahun 2014 ini kita dapat menjadi lebih baik lagi. Dari hasil survei kepuasan yang berasal dari kotak kepuasan di TPT, rekapitulasi Semester Pertama 2014 dapat dilihat sebagai berikut :


Kurang Memuaskan   :          181 nomor antrian   |     1,001%
Memuaskan                 :      9.383  nomor antrian   |   51,909% 
Sangat Memuaskan    :       8.512 nomor antrian   |    47,090%
Total                             :     18.076 nomor antrian   |   100,000%

Dari hasil tersebut, selama Semester Pertama 2014, Wajib Pajak di KPP Pratama Purwokerto telah merasa puas terhadap pelayanan kami di Tempat Pelayanan Terpadu sebesar 51,909%. Sedangkan Wajib Pajak yang merasa sangat puas sebesar 47,090%. 

Kami bersyukur karena Wajib Pajak yang merasa Tidak Puas hanya sebesar 1,001%, akan tetapi kami akan berusaha di masa depan untuk meningkatkan layanan agar jumlah ketidakpuasan Wajib Pajak semakin menurun.

Terimakasih atas kerjasama Anda sekalian selama semester pertama tahun 2014 ini, semoga kami terus bisa berinovasi untuk meningkatkan layanan kami di kemudian hari.
 
| - |